17 Penggiat Perlindungan WNI Terima Penghargaan Hassan Wirajuda Tahun 2019

17 Penggiat Perlindungan WNI Terima Penghargaan Hassan Wirajuda Tahun 2019

Jakarta |
Sebanyak 17 tokoh dan lembaga, baik pemerintah dan non-pemerintah menerima penghargaan Penghargaan Hassan Wirajuda Tahun (HWPA) 2019.

Para penerima penghargaan tersebut dianggap telah memberikan kontribusi signifikan dalam isu perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Kategori penghargaan yang terdiri dari berbagai latar belakang menunjukkan adanya kolaborasi antar berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk melindungi anak bangsa. Perlindungan WNI menjadi tugas dan tanggung jawab bersama.

“Tujuan penting HWPA, diantaranya adalah sebagai bentuk budaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelindungan WNI dan juga sebagai budaya kolaborasi,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, di Jakarta, Kamis (12/9).

Para penerima penghargaan HWPA tahun ini diseleksi dan dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari pejabat pemerintah, akademisi, tokoh dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) praktisi perlindungan WNI.

Dewan juri telah menyeleksi sebanyak 59 kandidat untuk 8 kategori penghargaan dan mengusulkan 17 penerima penghargaan HWPA.

Nama ‘Hassan Wirajuda’ dipilih karena dianggap merupakan inisiator dan pelopor mainstreaming perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri, serta memperkenalkan konsep Citizen Service dan membentuk unit khusus di Kemenlu yang menangani Perlindungan WNI dan BHI di luar negeri.

Mantan Menlu Nur Hassan Wirajuda dalam sambutannya juga mengajak semua anak bangsa untuk ikut terlibat aktif dalam melakukan perlindungan terhadap WNI.

Pemberian penghargaan HWPA merupakan penghargaan tahunan yang telah dilakukan sejak tahun 2015. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, HWPA telah diberikan kepada sebanyak 66 orang atau instansi.

Penerima HWPA tidak terbatas pada WNI, namun juga warga negara asing yang bekerja pada Perwakilan RI di luar negeri.

Penghargaan HWPA diselenggarakan sebagai rangkaian Rapat Koordinasi untuk Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI di Luar Negeri yang dihadiri Perwakilan RI di luar negeri, Kementerian dan lembaga non-pemerintah terkait.

Terakhir Menlu Retno menyampaikan harapannya, bahwa revolusi mindset mengenai perlindungan WNI akan dapat menjadikan Perwakilan RI di luar negeri sebagai rumah yang nyaman bagi WNI.

Berita: Sigit | Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: