Kunjungan Wisata Lampaui Target, Kabupaten Bogor Kian Kokoh sebagai Destinasi Unggulan Jabar
Cibinong – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Barat sepanjang 2025.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa A, saat berdialog dalam Podcast Sora Bogor yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rabu (01/04/26).
Menurut Ria, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dijalankan secara berkelanjutan sesuai arahan Bupati Bogor.
“Pada 2025, target kunjungan wisatawan ditetapkan sebesar 15 juta. Alhamdulillah, realisasinya melampaui target dengan jumlah kunjungan lebih dari 15,7 juta wisatawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor masih menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Ragam potensi wisata yang dimiliki menjadi faktor utama tingginya angka kunjungan.
Kabupaten Bogor dikenal memiliki destinasi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata buatan yang tersebar di berbagai wilayah.
“Bogor memiliki potensi wisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata buatan. Hampir semua jenis wisata tersedia, kecuali wisata laut,” jelasnya.
Selain kawasan wisata unggulan seperti Puncak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga terus mendorong pengembangan destinasi baru melalui program desa wisata.
Pada 2025, Pemkab Bogor telah menetapkan sebanyak 23 desa wisata sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan sektor pariwisata.
“Program desa wisata tidak hanya menghadirkan destinasi baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), homestay, serta aktivitas edukasi dan ekonomi kreatif,” ungkap Ria.
Ia menambahkan, sejumlah desa wisata mulai menunjukkan perkembangan signifikan, di antaranya Desa Tugu Selatan (Tugu Selatan), Desa Tugu Utara (Tugu Utara), dan Desa Malasari (Malasari). Bahkan, Desa Malasari mulai menarik minat pihak luar negeri untuk menjajaki kerja sama pengembangan sektor pariwisata.
Seiring tren positif tersebut, Disparekraf Kabupaten Bogor menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada 2026 menjadi 16 juta wisatawan.
“Target tahun depan kami naikkan menjadi 16 juta kunjungan wisatawan,” tandasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bogor terus memperkuat promosi pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai event, optimalisasi media digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan potensi yang dimiliki serta strategi pengembangan yang berkelanjutan, Kabupaten Bogor diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah di Jawa Barat. (Alz/Foto: Ist./Diskominfo)
