Imam Mahmudi Perkuat Profesionalisme Advokat Melalui Kepemimpinan di PERAJANUSA
Jakarta – Di tengah dinamika penegakan hukum yang semakin kompleks, DR (c). Imam Mahmudi, S.H., S.Ag., M.M., M.H., menegaskan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme dan integritas advokat Indonesia melalui kepemimpinannya di Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokat Jelajah Nusantara (PERAJANUSA).
Bagi Imam Mahmudi, advokat memiliki posisi strategis sebagai penegak hukum yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan rasa keadilan.
Profesi ini, menurutnya, merupakan amanah konstitusional yang harus dijalankan dengan integritas, kompetensi, serta tanggung jawab moral.
Latar belakang pendidikannya di bidang hukum, agama, dan manajemen menjadi fondasi dalam membangun pola kepemimpinan yang menyatukan kecakapan teknis dan kedalaman etika.
Pendekatan tersebut diperkuat oleh pengalaman panjangnya sebagai purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), di mana ia pernah bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

Pengalaman di institusi penegak hukum itu membentuk pemahaman komprehensif terhadap sistem peradilan, baik dari sisi substansi hukum maupun prosedur penegakannya. Bekal tersebut kemudian ia aktualisasikan dalam dunia advokat dan organisasi profesi.
Sebelum memimpin PERAJANUSA, Imam Mahmudi dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya Ketua DPD Pos Bantuan Hukum Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur, Ketua DPD KAI Jawa Timur, serta berbagai posisi di organisasi industri pariwisata dan jasa. Pengalaman lintas sektor tersebut memperkuat kapasitas manajerial sekaligus jejaring profesional yang luas.

PERAJANUSA yang berdiri pada 13 Juli 2020 berkembang sebagai organisasi advokat yang menekankan kepatuhan terhadap Undang-Undang Advokat dan kode etik profesi.
Berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur, organisasi ini membangun jaringan advokat dari berbagai daerah dengan semangat kebersamaan dan penguatan kapasitas.
Di bawah kepemimpinannya, PERAJANUSA aktif menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), pelatihan paralegal, serta program bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu.
Organisasi ini juga menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan dan institusi penegak hukum guna meningkatkan kualitas sumber daya advokat.
Pelaksanaan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya menjadi salah satu momentum penting yang menegaskan komitmen organisasi terhadap legalitas dan profesionalisme anggotanya sesuai peraturan perundang-undangan.

Imam Mahmudi menilai advokat tidak hanya dituntut piawai dalam praktik litigasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap perlindungan hak asasi manusia.
Dalam konteks demokrasi, advokat memegang peran penting sebagai penjaga keseimbangan antara kekuasaan dan hak warga negara.
Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada integritas, penguatan kompetensi, dan soliditas organisasi, Imam Mahmudi mendorong lahirnya advokat yang profesional sekaligus berkarakter.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap profesi advokat dan sistem penegakan hukum di Indonesia.
Melalui kepemimpinan yang konsisten dan berorientasi pada pembenahan internal profesi, PERAJANUSA di bawah Imam Mahmudi menempatkan diri sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun sistem hukum nasional yang lebih berkeadilan dan berwibawa. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from sandimerahputih.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

